PENILAIAN INDEKS ANCAMAN KEKERINGAN DI KECAMATAN DEMPO TENGAH KOTA PAGARALAM MENGGUNAKAN GIS

Main Article Content

Kharumia Pasmah
Fameira Dhiniati
Barrorotul Azizah

Abstract

Drought is an event that has a direct impact on several important sectors in Indonesia, including agriculture, forestry, plantations, and water resources. Geographic Information System has been developed with various methods. In addition, identification of drought areas is also carried out using the Regulation of the Head of the National Disaster Management Agency (Perka BNPB) Number 02 of 2012 concerning guidelines for disaster risk assessment. Can identify vegetation density conditions, which can be identified using the NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) transformation, while other parameters such as rainfall, cover, land, and soil type are physiographical conditions that affect drought.

Article Details

Section
Articles

References

Badan Nasional Bencana. (2012). Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 02 Tahun 2012.
Badan Pusat Statistik. (2019). Kecamatan Dempo Tengah Dalam Angka. Kota Pagar alam.
Eddy. (2009, Desember kamis). Sistem informasi Geografis. Retrieved from Obrolanilmu.blogspot: http//obrolanilmu.blogspot.com. diakses pada tgl 14 februari
Fadlillah, M. F., Hadiani, R., & Solichin. (2018). Analisis Kekeringan Hidrologi Berdasarkan Metode Nomalized Difference Vegetation Indeks (NDVI). JUrnal Riset Rekayasa Sipil, 34-44.
Gawoh, S. (2019). Kecamatan Dempo Tengah Masuk Dalam Wilayah Rawan Kekeringan. Pagar Alam: 15 Agustus.
Jamil, D. H. (2013). Deteksi potensi Kekeringan Berbasis Sistem Informasi Geografis di Kabupaten Klaten.
Jhon E, H., Steve, J., & Anderson. (2010). Komponen Sistem Informasi Geografis.
Kiefer, L. d. (1997). Analisis kekeringan berdasarkan metode ndvi. Jurnal riset rekayasa sipil, 34-44.
Prahasta. (2001, oktober selasa). Pengertian Sistem Informasi Geografi. Retrieved from http//www.academia.edu.com diakses pada tgl 3 februari
Prasetyo, D. A. (2018). Analisis Lokasi Rawan Bencana Kekeringan Menggunakan Sistem Informasi Geografis di Kabupaten Blora.
Paripurno. (2008) Parameter Kekeringan, Jurnal Undip, Semarang
Pratiwi, R. D., Nugraha, A. L., & Hani'ah. (2016). Pemetaan Multi Bencana Kota Semarang. Jurnal GEodesi Undip, 122-131.
Rahman, F., Sukomo, A., & Yiwono, B. D. (2017). Analisis Kekeringan Pada Lahan Pertanian Menggunakan Metode Perka BNPB NOmor 02 Tahun 2012. Jurnal Geodesi Undip, 274-284.
Sheila. (2010). Bencana Kekeringan. Retrieved from Arwansoil.blogspot: http://www.arwansoil.blogspot.com. diakses pada tgl 14 februari
Sri, A. E. (2014). Tinjauan Metode Deteksi Parameter Kekeringan Berbasis Data Penginderaan Jauh.
Syarif, M. M., Barus, B., & Effendy, S. (2013). Penentuan Indeks Bahaya Kekeringan Agro-Hidrologi. 12-19.
Taufik, Q., Firdaus, & dkk. (2017). Kajian Tingkat Kerentanan Bencana Kekeringan Pertanian. Jurnal Teknik Sipil, 9-16.
The National Drought Mitigation Center. (2015). Kekeringan Pertanian. Journal Unnes, 201.