MORFOLOGI MIKROPARTIKEL EKSTRAK KINANG DENGAN VARIASI WAKTU DAN SUHU PROSES ULTRASONIKASI

  • Inka Rizki Padya Institut Teknologi Pagar Alam
Keywords: Kinang; Mikropartikel; Morfologi; Ultrasonikasi

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara tropis yang memiliki keragaman hayati dan dikenal sebagai gudang tanaman herbal. Masyarakat Indonesia pada umumnya mempunyai kebiasaan tradisonal sehat yaitu dengan mengkonsumsi beberapa campuran bahan herbal salah satunya kebiasaan menginang. Nginang terdiri dari beberapa bahan campuran tanaman herbal seperti daun sirih, pinang, kapur sirih dan gambir yang kemudian dicampur dan dikunyah. Kebiasaan menginang ini lebih banyak dilakukan oleh orang tua dan kurang diminati karena memiliki flavor dan bau yang kuat. Komposisi bahan campuran kinang ini memiliki banyak manfaat karena mengandung senyawa antioksidan dan antibakteri, sehingga perlu adanya tindakan lanjutan dengan membuat inovasi. Inovasi yang dapat dilakukan yaitu dengan pembuatan mikropartikel ekstrak kinang. Mikropartikel memiliki ukuran 1 – 1000 µm, mikropartikel dapat menjadi sistem penghantaran yang efektif untuk zat aktif dan dapat melepaskan lebih dari 80% zat aktif dalam waktu 10 menit. Pembuatan mikropartikel dapat menggunakan proses atau metode ultrasonikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi waktu dan suhu proses ultrasonikasi terhadap morfologi mikropartikel ekstrak kinang. Variasi waktu ultrasonikasi yang digunakan yaitu 30 menit, 60 menit, 90 menit, dan 120 menit. Sedangkan suhu ultrasonikasi yang digunakan yaitu 50°C, 60°C, dan 70°C. Hasil Scanning Electron Microscope (SEM), terlihat bahwa mikropartikel yang dihasilkan berbentuk tidak sferis atau tidak beraturan. Pada pembesaran sebanyak 150 kali, ukuran mikropartikel berkisar antara ± 54 µm sampai 700 µm. Berdasarkan hasil karakteristik fisik, dapat dibuktikan bahwa mikropartikel dengan morfologi terbaik yaitu pada variasi proses ultrasonikasi dengan waktu 30 menit dan suhu 60°C.

References

Akgedig, R., Aytekin, I., Kurt, A.B., and Eren Dagli, C. 2016. Recurrent Pneumia Due to Olive Aspiration in a Healthy Adult : A Case Report. The Clinical Respiratory Journal, 10 : 809-810.

Garcia-Vaquero, M., Rajauria, G., O’Doherty, J.V., and Sweeney, T. 2017. Polysaccharides from Macroalgae : recent Advances, Innovative Technologies and Challanges in Extraction and Purification. Food Research Int, 99 : 1011-1020.

Ismawati, R., Wicaksono, A.B., Rahayu, R. 2019. Kebiasaan Buruk Para Pengunyah Sirih. Jurnal Promkes, 5(2) : 218-222.

Pakki, E., Sumarheni., Aisyah, F., Ismail., Safirahidzni, S. 2016. Formulasi Nanopartikel Ekstrak Bawang Dayak (Eleutherine americana (Aubl) Merr) dengan Variasi Konsentrasi Kitosan-Tripolifosfat (TPP). J. Trop. Pharm. Chem, 3 (4) :251-263.

Pradana, A.T., Nawatila R., Alkindi, F.F., Darmayani, N.P.R., Susanti, E.D. 2021. The Effect of Spray-drying Temperature on Centella asiatic Extract-ß cyclodextrin-maltodextrin Nanoparticle Characteristics and Stability. Pharmaciana. 11(3) : 394-405.

Pradana, A.T., Nawatila, R., Rachman, M.R. 2022. Karakteristik Fisik Mikropartikel Kuersetin dengan Kombinasi Kitosan-Natrium Tripolifosfat menggunakan Metode Orifice Ionic Gelatination. Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 7(1) : 133-142.

Rane, A.V., Kanny, K., Abhita, V.K., and Thomas, S. 2018. Synthesis of Inorganic Nanomaterials, Book Chapter 5 : Method for Synthesis of Nanoparticle and Fabrication of Nanocomposites, 121-139.

Suri, S., Ruan, G., Winter, J., Schmidt, C.E. 2013. Biomaterial Science (Third Edition) : Chapter 1.2.19 – Microparticel and Nanoparticle. Academic Press : 360-268.

Verawati, E. 2017. Marshmallow Fungsional dengan Penambahan Ekstrak Kinang, Tesis. Universitas Sriwijaya.

Yang L., Daniel S., Kohane. 2020. Biomaterial Science (Fourth Edition) : An Introduction to Material in Madicine. Academic Press : 431-451.

Published
2022-11-14